Tampilkan postingan dengan label Pesona Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesona Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

Fakta Tentang Indonesia

  • Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni) .
  • Indonesia memiliki 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
  • Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
    Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  • Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
  • Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
  • Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
  • Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
  • Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectusʼ¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
  • Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
  • Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.
  • Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).
  • Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
  • Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
  • Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
  • Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).
  • Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
  • Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
  • Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi. - Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
  • Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
  • Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
  • Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi. - Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.

Senin, 04 Februari 2013

PANTAI KUPAKUPA, Wisata Pulau Morotai

Pulau Morotai (695 mil persegi/1.800 km²) adalah nama sebuah pulau sekaligus kabupaten definitif baru yang terletak di kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku, Indonesia. Sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara, ia merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia.

Kabupaten Pulau Morotai diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara.
Selama abad ke-15 dan 16, Morotai berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate yang berkuasa. Merupakan inti sebuah kawasan besar bernama Moro yang termasuk pulau dan pesisir Halmahera yang dekat dengan Morotai ke selatan.

Pada pertengahan abad ke-16, pulau ini menjadi tempat misi Yesuit Portugis. Kesultanan Muslim Ternate dan Halmahera merasa tersinggung akan pelopor aktivitas penyebaran agama itu dan berusaha mencegah misi itu dari pulau ini pada 1571, sebagai akibatnya Portugis hengkang dari kawasan itu. Pada abad ke-17, Ternate menggunakan kekuasaannya atas Morotai dengan memerintahkan berulang-ulang pada penduduknya agar pindah dari pulau itu. Pada awal abad itu para penduduknya pindah ke Dodinga, sebuah kota kecil di titik strategis pesisir barat Halmahera. Lalu pada 1627 dan 1628, Sultan Hamzah dari Ternate memerintahkan pindahnya penduduk Kristen ke Malayu, Ternate, agar lebih mudah dikendalikan.

Pulau ini menjadi lapangan terbang bagi Jepang selama PD II. Pulau ini diambil alih oleh angkatan Amerika Serikat pada September 1944 dan digunakan sebagai landasan serangan Sekutu ke Filipina pada awal 1945 serta ke Borneo timur pada Mei dan Juni tahun itu. Merupakan basis untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945 yang ditunda setelah penyerahan diri Jepang pada bulan Agustus.

PANTAI KUPAKUPA, Tobelo Selatan
Tempat Wisata di Maluku Utara luar Biasa Banyaknya. Walaupun potensi ini tidak di manfaatkan secara maksimal  oleh pemerintah daerah namun secara Alamiah banyak tempat  tempat wisata yang Indah dan mengagumkan. Salah satu tempat yang indah di Halmahera yaitu Pantai Kupa  kupa.

Pantai Kupakupa memiliki karakteristik yang unik berupa pepohonan beringin-ketapang yang tumbuh di sepanjang tepi pantai. Karena letaknya yang seakan-akan berada di dalam teluk maka Kupakupa memiliki arus laut yang sangat tenang sehingga sangat ideal untuk kegiatan olahraga air seperti berenang, berperahu dan snorkeling. Pada setiap hari minggu pantai ini selalu ramai oleh kunjungan wisatawan lokal yang datang berwisata ke tempat ini.

Letak pantai kupa - kupa yaitu di Halmahera Utara rasanya tidak sempurna  berwisata di Halmahera jika tidak berkunjung di pantai Kupa - kupa. Ciri khas pantai yang memiliki Arus yang tenang di tambah pepohonan beringin yang tumbuh di pesisir pantai menambah keindahan dan membentuk identitas pantai Kupa - kupa sehingga berbeda dengan pantai - pantai yang lain.

Karena letaknya yang berada di dalam Teluk Kao, maka arus yang tenang dari pantai kupa - kupa ini bisa di gunakan untuk kegiatan Olahraga seperti Snorkeling, berperahu, dan berenang. Dengan terumbu karang yang berada di sepanjang pantai Kupa  - kupa serta berlatarkan Pegunungan menujukan keunikan dari pantai Kupa - kupa ini. Sehingga sangat cocok bagi anda untuk menghilangkan kepenatan dalam beraktivitas sehari - hari.

Di pantai yang lain di Halmahera biasanya tumbuh pohon - pohon kelapa yang berjajar di pesisir pantai namun Lokasi pantai Kupa - kupa yang berada kurang lebih 20 kilometer kea rah Selatan ini sangat berbeda. Pantai Kupa - Kupa sebagai salah satu tempat wisata di Halmahera Utara ini sangat di Rekomendasikan untuk di Kunjungi baik wisatawan Lokal maupun Asing.

Bagaimana transportasi ke sana?
Desa Kupakupa terletak ± 20 Km di selatan Tobelo. Dari jalan utama ke lokasi pantai ± 2 Km.

Galeri Pantai Kupa-Kupa









Senin, 21 Januari 2013

Foto Indahnya Indahnya Indonesia Dari National Geographic

Indonesiamemang kaya akan pesona dan budaya, dari ujung barat hingga ujung timur, tidak ada sejengkalpun dari Negeri ini tanpa pesona yang anggun dan tidak dimiliki oleh negara lain. Berikut ini bebrapa karya photographer dari National Geographic yang mengabadikan Pesona yang ada di Indonesia

Bromo-Tengger-Semeru National Park, East Java

Bromo-Tengger-Semeru National Park, East Java
Borobudur Temple, Central Java
Tarian Api (fire dance), Bali, Indonesia

Indonesian people in Surabaya, java
Grand Mosque, Central Java
Dieng Plateau, Central Java
Sunset in Rice Paddies (sawah), Bali

Situ Gunung Lake (Danau Gunung Situ), West Java
Lionfish, indonesia oceans
South Sulawesi
Mount Rinjani, Lombok
Gitgit Waterfall, Bali

Sumatra Tiger
Lighthouse, Lengkuas Island
Surfer arena
Borobudur Temple in mignight, Central Java
Mount Semeru, East Java
Perahu tua di sudut pantai Indonesia
Istiqlal Mosque, Jakarta
Jakarta Night
http://tjhackberbagi.blogspot.com
Rice Farmer, Bali

Kamis, 17 Januari 2013

Serpihan Surga di Bumi

Jika anda saksikan gambar-gambar di bawah ini mungkin ini adalah gambar rekayasa atau bahkan hoax. Anggapan itu ridaklah benar, ini adalah gambar nyata dimana seolah-olah Tuhan ingin memberikan gambaran tentang indahnya surga. Foto-foto alam ini begitu indah, jika kita hadir ditengah-tengah tempat tersebut mungkin tak henti-hentinya anda akan memuji betapa Tuhan telah menurunkan segala kesempurnaan atas alam ini.

Sayang kadang ketika kita hadir di tengah-tengah keindahan alam yang mempesonakan jiwa, kita hanya sebatas mengagumi keindahannya saja tanpa pernah berfikir tentang Siapa Pembuat segala keindahan ini. Manusia kadang lupa untuk sekedar mengucapka kata syukur atas segala keindahan tersebut, sehingga apapun yang dia lihat tidak meninggalkan bekas pengakuan akan eksistensi Sang Pencipta.












Derawan - Indonesia


Derawan - Indonesia

Sumber : www.http://realifact.blogspot.com

Senin, 24 Desember 2012

Diversity Mask Dance of Indonesian


Topeng dance (topeng is Indonesian for "mask") is a dramatic form of Indonesian dance in which one or more mask-wearing, ornately-costumed performers interpret traditional narratives concerning fabled kings, heroes and myths, accompanied by gamelan music. The form arose in the 15th century in Bali and Java where it remains prevalent, but it is also found in other Indonesian islands - such as Madura (near East Java). The well-developed topeng technique is now studied in universities of Europe and America.
Indonesian masked dance predates Hindu-Buddhist influences. Native Indonesian tribes still perform traditional masked-dances to represent nature, as the Hudoq dance of the Dayak people of Kalimantan- or to represent ancestor spirits. With the arrival of Hinduism in the archipelago, the Ramayana and Mahabharata epics began to be performed in masked-dance.

Topeng Bali (Balinese mask dance)
It is believed that the use of masks is related to the cult of the ancestors, which considered dancers the interpreters of the gods. Topeng performances open with a series of non-speaking masked characters which may not be related to the story to be performed. These traditional masks often include Topeng Manis (a refined hero), Topeng Kras (a martial, authoritarian character), and Topeng Tua (an old man who may joke and draw-out the audience).
Topeng Bali
The actual story is narrated from a Penasar, a jawless half-mask which enables the actor to speak most clearly. In group topeng, there are usually two penasars providing two different points of view. The performance alternates between speaking and non-speaking characters, and can include dance and fight sequences as well as special effects (sometimes provided by the gamelan). It is almost always wrapped-up by a series of comic characters introducing their own views. The narrators and comic characters frequently break western conventions of storytelling by including current events or local gossip to get a laugh.
In topeng, there is a conscious attempt to include many, sometimes contradictory, aspects of the human experience: the sacred and the profane, beauty and ugliness, refinement and caricature. A detailed description and analysis of "topeng pajegan," the one-man form of topeng, is available in "Masked Performance"by John Emigh, a western theater professor who has become a performer of Balinese topeng himself.

Topeng Cirebon (Cirebon mask dance)
Topeng Kelana - Cirebon
Cirebon mask dance or tari topeng Cirebon is a local original art of Cirebon, including Kuningan, Indramayu and Jatibarang, West Java and including Brebes, Central Java. Cirebon mask dance has a lot of variety, and experienced growth in terms of dance, as well as stories to be conveyed. Sometimes the mask dance performed by solo dancer, or can also be played by several people. Cirebon mask dance might took story of Prince Panji from 15th century East Java, and also other Majapahit story. Topeng Klana Kencana Wungu is Cirebon mask dance in Parahyangan mask style, depicted the story of Queen Kencana Wungu of Majapahit being chased by grotesque and rough King Minak Jingga of Blambangan. The Sundanese Topeng Kandaga dance is similar and influenced by Cirebon topeng, where the dancer wearing red mask and costumes.

Topeng Jogjakarta (Jogjakarta mask dance)
Topeng Klono Gagah
In Yogyakarta tradition, the mask dance is part of Wayang Wong performance. Composed and created by Sultan Hamengkubuwono I ( 1755–1792 ) certain characters such as wanara (monkey) and denawa (giant) in Ramayana and Mahabharata uses mask, while the knight and princesses are not wearing any mask. The punakawan (jester) might use half mask (mask without jaw) so the jester could speak freely and clearly. Significantly here the mustache is painted, in black. The Topeng Klono Alus, Topeng Klono Gagah, and Topeng Putri Kenakawulan dances are classical Yogyakarta court dances derived from the story of Raden Panji from the 15th century Majapahit legacy. The Klono Alus Jungkungmandeya and Klono Gagah Dasawasisa are masked dances adapted from Mahabarata stories.

Topeng Surakarta (Surakarta mask dance) 
Topeng Surakarta
Topeng Punakawan
Topeng of Surakarta Sunanate court is similar in style and theme with Yogyakarta ones. Differences are seen in the craftmanship of masks; facial hair is represented with hair or fibre, while Yogyakarta-style uses black paint. And similarly to Yogyakarta, the Sukarta topeng punakawan (jester) also often uses jawless half-mask.

Topeng Betawi (Betawi mask dance)  

Betawi mask dance or tari topeng Betawi is a mask-dance of the Betawi people of Jakarta.

source :id.wikipedia.org